Jumat, 26 Februari 2016

Laporan perjalanan

Pembelajaran Luar Sekolah ke Solo

         Pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2016, SMA Negeri 2 Magelang mengadakan sebuah Pembelajaran Luar Sekolah atau yang sering disebut PLS. PLS ini merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan dan wajib diikuti oleh semua siswa kelas X. Tujuan PLS adalah untuk menambah pengetahuan siswa mengenai dunia luar. Biasanya tempat yang dituju adalah tempat pabrik tekstil dan situs sejarah. Pada tahun ini sekolah memilih PT Sri Rejeki Isman Tbk dan Museum Purbakala Sangiran sebagai tempat kunjungan.
          Kegiatan PLS ini dimulai sejak pagi hari. Siswa kelas X dan pendamping berkumpul di sekolah pada pukul 07.30 WIB. Setelah itu kami berjalan menuju jalan raya untuk menunggu bus dikarenakan bus tidak bisa masuk ke jalan yang sempit munuju sekolah kami. Bus yang digunakan berjumlah 6, yaitu bus 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Dikarenakan jumlah kelas X ada 9 kelas, maka agar pembagian merata, setiap kelas di bentuk menjadi 6  kelompok. Setiap kelompok tersebut menempati bus sesuai dengan urutan kelompok masing – masing dan di setiap bus terdapat guru pendamping yang berjumlah 2 orang. Ketika bus tiba, kami segera masuk dan menempati tempat duduk yang sudah diatur oleh guru pendamping. Saat itu terjadi sedikit masalah dalam bus 3 yaitu salah satu siswa belum datang, sehingga kami harus menunggunya. Ya begitulah, tidak saat sekolah maupun kesempatan yang lain pasti ada saja yang seperti itu.
          Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya dia tiba dan bus pun siap berangkat. Tak lupa sebelum berangkat kami dipimpin oleh guru pendamping untuk berdo’a. Bus berangkat pada pukul 07.15 WIB.
          Setelah bus melewati Bantul dan Sleman akhirnya kami tiba di Sukoharjo pada pukul 10.25 WIB. Kunjungan pertama kami adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk yang beralamatkan di Jalan K.H. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo 57511, Solo. PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang lebih dikenal dengan sebutan PT Sritex merupakan perusahaan tekstil yang didirikan oleh H.M. Lukminto pada tahun 1968. Sebelum mendirikan pabrik tersebut, H.M Lukminto adalah pedagang pakaian di pasar Klewer. Ia memulai usahanya dari kecil. Berkat kerja kerasnya, akhirnya beliau dapat mendirikan pabrik yang sangat terkenal di Indonesia bahkan dunia.
          Ketika memasuki PT Sritex kami ditakjubkan dengan lahan yang luasnya berhektar – hektar, tempat berdirinya pabrik tersebut. Disaat kami sampai di sana, terlihat para karyawan yang sedang beristirahat.
Setelah turun dari bus kami menuju tempat divisi Garment. Kami berkeliling melihat proses pembuatan baju dan juga seragam. Di dalam divisi Garment ini dibuat pula seragam militer. Pabrik tekstil ini sudah menyuplai seragam militer kepada lebih dari 30 negara seperti Jerman, Austria, Norwegia dan tentunya Indonesia. Seragam militer yang dibuat PT Sritex berspesifikasi anti air, anti infra merah, anti serangga dan anti radiasi nuklir. Selain itu PT sritex juga sudah ditunjuk sebagai mitra resmi di luar Eropa untuk memproduksi seragam militer untuk NATO. Selain seragam militer, PT Sritex juga memproduksi coverall, jaket tahan api, tenda dan lain sebagainya. PT Sritex juga mempunyai divisi selain divisi Garment yaitu divisi Tekstil yang terdiri dari pemintalan, penenunan, dan pewarnaan.

         Setelah puas melihat divisi Garment kami diarahkan untuk menuju show room. Di dalam show room tersebut terdapat baju, bahan pakaian, maupun seragam yang diproduksi oleh pabrik ternama ini. Di sini kami juga dapat membeli hasil produksi tersebut. Setelah puas berbelanja kami melanjutkan perjalanan menuju Museum Purbakala Sangiran.
          Di perjalanan kami sempat berhenti sejenak untuk mengambil nasi box. Kami makan bersama – sama di bus dengan menu sop, ayam dan  tempe untuk sekedar mengganjal perut kami yang keroncongan. Perjalanan pun terus berlanjut.

         Akhirnya kami tiba di Museum Purbakala Sangiran. Rasa lelah setelah duduk selama 2 jam di bus akhirnya terbayarkan dengan sambutan hangat pintu gerbang Museum Purbakala Sangiran yang berbentuk seperti gading yang disatukan. Museum ini terletak di Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Setelah kami turun dari bus, kami langsung masuk ke dalam museum bersejarah ini. Dalam Museum Purbakala Sangiran terdapat 3 ruang pameran atau displayroom.
          Pertama kami mengunjungi ruang pameran 1. Di ruang pameran 1 bertemakan “Kekayaan Sangiran”. Di ruangan ini kami bisa melihat proses evolusi manusia dan binatang. Hal ini digambarkan dalam peta. Selain itu kami juga melihat fosil – fosil dari manusia dan hewan purbakala. Yaitu seperti tengkorak manusia, gading gajah, kepala kerbau, kura – kura, harimau, kerang serta kuda sungai.

         Setelah berkeliling ruang pameran 1, kami melanjutkan ke ruang pameran 2 yang bertema “ Langkah – Langkah Kemanusiaan “. Di ruang pameran 2, kami bisa melihat video dentuman big bang atau awal terbentuknya bumi, tokoh teori evolusi, evolusi menuju manusia, penemuan jejak evolusi manusia dan proses migrasi yang dilakukan manusia purba. Dalam ruangan ini juga terdapat diorama yang menarik, seperti tokoh Eugene Dubois dan Van Konieswald. Ruang pameran 2 ini juga menunjukkan bagaimana teknik penguburan manusia purba dan terdapat pula kerangka gajah yang sudah terpisah. Di dalam diorama kerangka gajah tersebut terdapat tulisan “ Sentuhlah aku ...,” kami menyentuh kerangka tersebut  ternyata tulang gajah tersebut sangat keras seperti batu.
          Kemudian kami melanjutkan ke ruang pamer 3 yang bertemakan “ Masa Keemasan Homo Erectus 500.000 juta tahun lalu “. Di sini disajikan situasi di masa keemasan di zaman Homo Erectus. Selain itu, terdapat pula sejarah mengenai Homo Floresiensis yang ditemukan di Liang Bua. Di ruang pameran yang terakhir ini kami juga melihat manekin Homo Floresiensis yang memiliki tubuh pendek. Setelah selasai mengunjungi 3 ruang pameran yang ada di museum bersejarah ini, kami keluar dan menyempatkan diri untuk berfoto sebagai kenang – kenangan.
          Kemudian kami melanjutkan kegiatan dengan shalat berjama’ah di mushola. Setelah sholat dan berganti baju kami beranjak dari Museum Purbakala Sangiran pada pukul 16.00 WIB. Bus berjalan melanjutkan perjalanan ke Pasar Grosir Solo (PGS). Berhubung ketika tiba di PGS waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB dan PGS sudah tutup, akhirnya kami beralih tujuan menuju Solo Square. Solo Square merupakan salah satu mall yang ada di Solo. Di sana kami dapat berbelanja. Harga yang ditawarkan di sini tidak seperti pasar dan juga tidak boleh ditawar. Jadi harus pintar – pintar dalam memprioritaskan barang yang akan di beli. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Artinya kami harus segera bergegas untuk menuju tempat selanjutnya yaitu rumah makan Taman Sari. Di rumah makan Taman Sari kami mengisi perut yang kosong sejak tadi siang. Setelah rasa lapar dan pegal hilang kami melanjutkan perjalanan menuju kota tercinta kami yaitu Magelang. Kami tiba di Magelang pada pukul 23.15 WIB.

Cerpen


Tangisan  di Ujung Senja
          Hari mulai senja. Tak nampak mentari yang berjalan menuju singgasananya. Kabut tebal menyelimuti indahnya langit. Gemuruh suara guntur juga percikan air yang menghantam tanah. Ketika itu ada seorang gadis yang hanya bisa duduk  terpaku di sudut kamar. Gadis itu bernama Reina.
          Sang gadis hanya duduk sambil menatap keluar jendela. Ia sedang merenungkan sesuatu. Tiba – tiba Reina teringat akan suatu hal. Hal yang membuatnya sangat merasa bersalah. Pagi itu Reina sedang berada di rumahnya. Seperti biasa saat hari Senin , ia sangat tergesa – gesa untuk berangkat sekolah karena takut terlambat. Reina termasuk siswa yang disiplin, ia belum pernah terlambat untuk datang ke sekolah. Ia sangat mementingkan pendidikannya.
          Kala itu Ibunya juga sedang sibuk menyiapkan dagangan yang biasanya ia jual pada pagi hari. Oleh karena itu, ia harus menyiapkan keperluannya sendiri, mulai dari bekal makanannya sampai bahan makanan yang ingin ia bawa karena ia tinggal di asrama.
          Ia memulai dengan menyiapkan bekal makananya, ia memasak sendiri apa yang akan dia bawa. Ketika sedang sarapan waktu sudah menunjukkan pukul 05.30 WIB.  Padahal ia belum selesai mempersiapkan apa  yang harus dibawanya. Ibunya sudah membantu, akan tetapi sang ibu juga sibuk dengan dagangannya.
          “ Ibu, gimana ini udah jam 05.30 WIB, cepat ambilkan baju yang ada di kursi!” Perintah Reina pada ibunya sambil menunjuk barang yang ia maksud.
          “ Iya nak, sebentar ini Ibu sedang memasak, sebentar lagi selesai,” jawab sang ibu.
Karena Reina sudah tidak sabar akhirnya ia mulai marah – marah.
          “ Cepat Ibu ini sudah siang.” Teriak Reina dengan keras.
          “ Minumnya bawa kesini sekalian!” Tambah Reina masih dengan berteriak.
          Dengan tergesa – gesa sang ibu mengambilkan baju serta minum untuk Reina dan memberikannya kepada Reina. Sang gadis segera menerimanya dengan perlakuan seenaknya sendiri. Kemudian dia meminum minuman yang dibuatkan sang ibu. Akan tetapi, tiba – tiba,
          “ Praakkkk.!!!!”
          Gelas yang dipegangnya ditaruh dengan hentakan yang agak keras di meja sehingga menyebabkan air membasahi sedikit permukaan taplak meja.
          “ Ahhh, Ibu ini gimana sih bikin teh kok sepanas ini, lidah Reina jadi sakit nih,” protes Reina kepada ibunya karena minumannya tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
          “ Maaf nak, ini baru Ibu buat, jadi masih panas,” jawab ibu dengan suara parau sambil mengambil gelas dari meja.
          “ Tunggu sebentar, biar Ibu buatkan lagi minuman yang dingin,” lanjut ibu kepada Reina.
          “ Ahhh, gak usah! Kelamaan! Reina mau berangkat nanti keburu telat.” Jawab Reina dengan sewot. Sambil menyalami tangan ibunya dengan kasar.
“ Hati – hati nak!” Pesan ibu kepada sang gadis.
          Saat itu terlihat mata ibu yang berkaca – kaca. Namun Reina menghiraukannya. Tak mempedulikan perasaan sang ibu. Ia selalu memperlakukan ibunya seenaknya sendiri.
          Tak terasa air mata mulai mengalir di pipi sang gadis. Ia merasa bersalah karena telah menyakiti hati sang ibu. Teringat semua kesalahan- kesalahan yang telah dilakukannya kepada ibu.
          Saat ia duduk di bangku SD, ia sering merepotkan ibunya bahkan ia juga memarahi ibunya karena apa yang dia inginkan tidaklah terpenuhi.
          Tak terhitung berapa kali ia menyakiti hati ibunya. Mungkin sudah ratusan kali atau bahkan ribuan kali. Apa yang dia lakukan kepada ibunya tidak sebanding dengan apa yang ibunya lakukan kepada Reina. Ibu sang gadis adalah orang yang penyayang dan sangatlah sabar. Ia selalu berusaha membuat anaknya senang dengan apa yang dia lakukan. Banyak hal yang telah ia korbankan untuk Reina.
          Pernah suatu hari, saat Reina masih di sekolah, tiba – tiba hujan mengguyur dengan deras ditemani sang bayu dan petir yang menggelegar. Ketika itu sudah waktunya untuk pulang sekolah. Namun karena kondisi cuaca yang sedemikian rupa, menyebabkan Reina harus menunggu sampai hujan reda. Saat itu, ketika hujan masih mengguyur dengan derasnya, tiba – tiba sang ibu datang dengan membawa payung dan berjalan kaki. Ia rela menerjang derasnya hujan dan berbasah – basahan hanya untuk menjemput sang anak yang masih di sekolah. Yang lebih mengagumkan lagi dari ibu Reina adalah tidak hanya sekali ia melakukan hal demikian, namun sering atau bahkan setiap kali hujan dan ketika Reina lupa untuk membawa payung, ia selalu melakukan hal tersebut. Hal ini dilakukan olehnya karena ia tidak ingin anaknya sakit, ia tak peduli dengan rintangan yang akan dihadapinya. Hal utama baginya adalah sang anak.
          Air mata yang jatuh di pipi Reina semakin deras, hingga membasahi jilbab cantik yang dikenakannya. Sekarang ia pun tersadar akan apa yang telah ia lakukan selama ini kepada orang tuanya, tetutama sang ibu. Hal itu merupakan kesalahan terbesar. Tak terhitung berapa kali ia menyakiti sang ibu, orang yang telah memperjuangkannya sampai ia ada di dunia ini. Di hadapan Reina, perjuangan sang ibu untuknya tak bernilai apa – apa. Namun sekarang, tak pernah terbayangkan oleh Reina. Bagaimana rasa sakit yang dipendam ibunya atas perlakuannya.
          Rasa sakit semakin menyayat hatinya. Muncul gejolak batin di hatinya. Ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia takkan mengulang kesalahannya dan akan selalu berusaha membuat orang tuanya bahagia.
          Tak terasa waktu sudah semakin mendekati malam. Suara adzan berkumandang memanggil para umat untuk segera bersujud di hadapan – Nya. Reina mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Matanya terasa pedih, bengkak serta memerah. Dengan badan yang masih lemas, ia beranjak dari sudut kamar untuk berwudhu. Setelah itu ia salat dengan khusuk dan berdo’a memohon ampun kepada sang Pencipta atas segala dosa – dosa yang telah ia perbuat kepada orang tuanya serta mendo’akan orang tuanya agar selalu dalam lindungan – Nya.
          Setelah hati Reina terasa tenang, dengan besar hati dan mengalahkan malu yang ada pada dirinya, ia segera menelpon orang tuanya untuk meminta maaf. Kala itu tangis Reina kembali pecah, begitupun dengan orang tuanya. Dalam hati Reina, ia bertekad untuk berusaha tidak lagi menyakiti hati orang tuanya terutama sang ibu karena ia tahu bahwa surga ada di telapak kaki ibu.


Tugas ini diposting dari Perpustakaan SMAN 2 Magelang

Senin, 23 November 2015

Teks Eksposisi



Kelebihan Sistem Kebut Semalam
( Fitri Lafifa )
        Sistem Kebut Semalam atau yang sering disebut SKS adalah cara belajar siswa yang dilakukan ketika akan menghadapi ulangan. Terutama saat Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS), dan Ulangan Akhir Semester (UAS). Metode belajar ini biasanya diterapkan oleh pelajar SD, SMP, SMA, bahkan Mahasiswa. SKS banyak diterapkan oleh pelajar dikarenakan memilki beberapa kelebihan.
        Pertama, materi yang dipelajari siswa dalam SKS akan lebih mudah diingat. Dikarenakan memori kita masih sangat ingat dengan apa yang dibaca atau dihafal semalam. Hal ini membantu siswa untuk mengerjakan soal ulangan dengan mudah.
        Kedua, lebih menghemat waktu. Belajar menggunakan SKS hanya memerlukan waktu semalam, sesuai dengan istilahnya yaitu Sistem Kebut Semalam. Hal tesebut membuat siswa menghemat waktu yang bisa dimanfaatkan untuk istirahat setelah belajar di sekolah sampai sore hari.
         Ketiga, metode belajar dengan SKS ini dapat dimanfaatkan saat dalam keadaan mendadak. Seperti saat siswa ditugaskan untuk mengikuti lomba mata pelajaran esok hari, maka sudah tentu siswa tersebut akan menggunakan metode SKS dalam belajarnya. Contoh lain adalah saat seseorang ditugaskan untuk memberikan pidato pada acara yang akan diselenggarakan esok hari, maka SKS pula lah yang digunakan untuk mempersiapkan diri. Pada saat seperti inilah SKS sangat efektif apabila digunakan dalam keadaan yang mendadak.
        Kelebihan SKS yang terakhir adalah tentang kenyamanan belajar. Masing-masing orang memiliki kenyamanan yang berbeda dalam belajar. Ada yang nyaman belajar dengan keadaan yang ramai dan ada pula yang tidak nyaman belajar dalam keadaan yang ramai. Untuk seseorang yang senang belajar dalam keadaan hening atau tidak ramai, sistem SKS ini sangat cocok untuk suasana belajarnya. Dikarenakan ketika malam hari biasanya orang-orang sedang istirahat sehingga membuat keadaan yang hening dan cocok untuk suasana belajar.
         Jadi SKS dapat menjadi salah satu pilihan metode belajar siswa. Selain memudahkan kita untuk mengingat materi pelajaran, ternyata SKS juga dapat menghemat waktu kita, sangat efektif ketika digunakan dalam keadaan mendadak serta  waktu belajar dengan SKS merupakan waktu yang nyaman untuk  belajar.

Sabtu, 07 November 2015

Laporan Hasil Observasi



X MIA 3
  
          X MIA 3 adalah sebuah kelas yang termasuk ke dalam jurusan Matematika IPA dan berada dalam SMAN 2 Magelang. Kelas tersebut memiliki wali kelas yang bernama Sri Lestari,S.Pd. Beliau merupakan guru biologi yang mengajar di kelas 10. Sedangkan ketua kelas X MIA 3 adalah Muhammad Ikhlasul Amal.
          Letak kelas X MIA 3 berada di sekolah bagian belakang, tepatnya di belakang kelas XII IPA 2 dan di samping X MIA 2. Di dalam kelas X MIA 3 terdapat 29 siswa. Berdasarkan jenis kelaminnya dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu laki-laki dan perempuan. Siswa yang berjenis kelamin perempuan berjumlah lebih banyak daripada siswa laki-laki yaitu 22 siswa, sedangkan siswa laki-laki menjadi minoritas dalam kelas X MIA 3 yaitu sejumlah 7 siswa. Semua siswa yang mendiami kelas X MIA 3 mempunyai agama yang sama yaitu agama Islam.
          Siswa yang menjadi anggota kelas X MIA 3 ada yang berumur 14, 15 dan 16 tahun. Siswa yang berumur 14 tahun berjumlah 8 siswa, berumur 15 tahun berjumlah 16, siswa dan yang berumur 16 tahun berjumlah 5 siswa. Jadi rata-rata siswa X MIA 3 berumur 15 tahun.
          Siswa X MIA 3 ada yang berasal dari dalam kota dan luar kota. Sebagian besar siswa berasal dari luar kota. Siswa yang berasal dari luar kota, umumnya berasal dari Kabupaten Magelang dan Temanggung, tetapi ada satu diantara siswa X MIA 3 yang berasal dari luar Jawa Tengah yaitu dari daerah Bekasi. Anggota kelas X MIA 3 yang berasal dari Kabupaten Magelang berasal dari kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang antara lain  Candimulyo, Tegalrejo, Grabag, Pakis, Sawangan, Kaliangkrik, dan Windusari.
          Diantara siswa X MIA 3, ada beberapa siswa yang mengikuti organisasi yang ada di sekolah. Yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), dan Bantara. Organisasi yang paling banyak diikuti diantara organisasi lain adalah Bantara sejumlah 5 siswa. Sedangkan yang mengikuti  Majelis Perwakilan Kelas (MPK) sejumlah 4 siswa dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sejumlah 3 siswa. Namun, sebagian besar siswa X MIA 3 tidak mengikuti organisasi yaitu sejumlah 17 siswa.
          Siswa yang mendiami kelas X MIA 3 mempunyai cita-cita yang beragam. Berdasarkan data yang diperoleh, cita-cita yang paling diminati di kelas X MIA 3 adalah dokter yaitu sejumlah 8 siswa. Selain dokter, cita-cita siswa X MIA 3 yang ingin menjadi seorang pengusaha yaitu sejumlah 3 siswa, guru sejumlah 3 siswa, dan menjadi orang sukses sejumlah 2 siswa. Masih banyak cita-cita yang diminati oleh siswa X MIA 3 selain dokter,pengusaha, guru dan menjadi orang sukses yaitu menjadi tentara, polisi, ahli gizi, psikolog, bidan, perawat, menteri kehutanan, pegawai pajak, akuntan, youtuber, dan astronot yang masing-masing jumlah dari cita-cita tersebut adalah 1 siswa.
          Selain memiliki cita-cita, siswa X MIA 3 juga memiliki hobi atau kesenangan. Ada yang senang pada bidang musik seperti mendengarkan musik dan menyanyi, bidang seni seperti menggambar, bidang film seperti hobi menonton film atau TV serta  bidang fotografi. Ada juga siswa yang memiliki hobi pada bidang olahraga seperti sepak bola, tenis meja, jogging, dan voli. Selain hobi pada bidang tersebut, ada beberapa siswa yang hobi membaca, travelling, menanam pohon, memancing memasak bahkan hobi makan dan ngemil. Akan tetapi dari sekian banyak hobi yang disebutkan, hobi yang paling diminati siswa adalah membaca.

No.
Nama
Jenis Kelamin
Agama
Umur
(tahun)
Hobi
Cita-cita
1.
Alvina Setya Wardani
P
Islam
14
Travelling
Pegawai pajak
2.
Anggita Arliandari
P
Islam
16
Mendengarkan Musik
Dokter
3.
Anggun Rahmawati
P
Islam
15
Membaca
Akuntan
4.
Dhea Safitri
P
Islam
14
Menonton film
Ahli gizi
5.
Diana Sita Diwara Cendyrian P.
P
Islam
15
Menyanyi
Dokter
6.
Etie Rahayu Ningsih
P
Islam
16
Nonton TV
Pengusaha
7.
Farida Ariani
P
Islam
15
Nonton TV
Perawat
8.
Favian Aura Pratama
L
Islam
15
Fotografi
Youtuber
9.
Firmanda Kusuma Devi
P
Islam
14
Makan
Psikolog
10.
Fitri Lafifa
P
Islam
14
Memasak
Guru
11.
Indah Budi Syarifa
P
Islam
15
Ngemil
Bidan
12.
M. Wahyu Ega Syahputra
L
Islam
15
Sepak bola
Tentara
13.
M. Akhyar Abdalla
L
Islam
15
Tenis meja
Dokter
14.
M. Iklasul Amal
L
Islam
15
Nonton film
Dokter
15.
M. Nur Akrom
L
Islam
16
Nonton film
-
16.
Novi Lili Utami
P
Islam
16
Menanam pohon
Menteri Kehutanan
17.
Novia Amar Miswa Paramesti
P
Islam
15
Membaca
Pengusaha
18.
Nurul Indazah
P
Islam
14
Menggambar
Guru seni
19.
Puput Indah Dwijayanti
P
Islam
16
Menyanyi
Pengusaha
20.
Purbo Listyo Pambudi
L
Islam
15
Menggambar
Sukses
21.
Putri Rofaida Azizatul M.
P
Islam
15
Membaca
Dokter
22.
Rahma Kusuma Dewi
P
Islam
15
Membaca
Dokter
23.
Reza Kirana Yustanti
P
Islam
14
Menggambar
-
24.
Shinta Maulida Susanti
P
Islam
15
Menyanyi
Astronot
25.
Suwantirah
P
Islam
14
Volly
Dokter
26.
Tri Wulan Rizkiningtyas
P
Islam
15
Membaca
Dokter
27.
Vera Anggraeni Dwi N.
P
Islam
15
Jogging
Polwan
28.
Widya Agustina F.
P
Islam
15
Membaca
Guru
29
Wisnu Hasan
L
Islam
14
Memancing
Sukses

Keterangan :
P : Perempuan (22 siswa)
L : Laki-laki (7 siswa)


                                                                             Nama         : Fitri Lafifa
                                                                             No              : 10
                                                                             Kelas          : X MIA 3