Pembelajaran Luar Sekolah ke Solo
Pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2016, SMA Negeri 2 Magelang
mengadakan sebuah Pembelajaran Luar Sekolah atau yang sering disebut PLS. PLS
ini merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan dan wajib diikuti oleh semua
siswa kelas X. Tujuan PLS adalah untuk menambah pengetahuan siswa mengenai
dunia luar. Biasanya tempat yang dituju adalah tempat pabrik tekstil dan situs
sejarah. Pada tahun ini sekolah memilih PT Sri Rejeki Isman Tbk dan Museum
Purbakala Sangiran sebagai tempat kunjungan.
Kegiatan
PLS ini dimulai sejak pagi hari. Siswa kelas X dan pendamping berkumpul di
sekolah pada pukul 07.30 WIB. Setelah itu kami berjalan menuju jalan raya untuk
menunggu bus dikarenakan bus tidak bisa masuk ke jalan yang sempit munuju
sekolah kami. Bus yang digunakan berjumlah 6, yaitu bus 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
Dikarenakan jumlah kelas X ada 9 kelas, maka agar pembagian merata, setiap
kelas di bentuk menjadi 6 kelompok.
Setiap kelompok tersebut menempati bus sesuai dengan urutan kelompok masing –
masing dan di setiap bus terdapat guru pendamping yang berjumlah 2 orang.
Ketika bus tiba, kami segera masuk dan menempati tempat duduk yang sudah diatur
oleh guru pendamping. Saat itu terjadi sedikit masalah dalam bus 3 yaitu salah
satu siswa belum datang, sehingga kami harus menunggunya. Ya begitulah, tidak
saat sekolah maupun kesempatan yang lain pasti ada saja yang seperti itu.
Setelah
menunggu beberapa saat,akhirnya dia tiba dan bus pun siap berangkat. Tak lupa
sebelum berangkat kami dipimpin oleh guru pendamping untuk berdo’a. Bus
berangkat pada pukul 07.15 WIB.
Setelah
bus melewati Bantul dan Sleman akhirnya kami tiba di Sukoharjo pada pukul 10.25
WIB. Kunjungan pertama kami adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk yang beralamatkan di
Jalan K.H. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo 57511, Solo. PT Sri Rejeki Isman
Tbk atau yang lebih dikenal dengan sebutan PT Sritex merupakan perusahaan
tekstil yang didirikan oleh H.M. Lukminto pada tahun 1968. Sebelum mendirikan
pabrik tersebut, H.M Lukminto adalah pedagang pakaian di pasar Klewer. Ia
memulai usahanya dari kecil. Berkat kerja kerasnya, akhirnya beliau dapat
mendirikan pabrik yang sangat terkenal di Indonesia bahkan dunia.
Ketika
memasuki PT Sritex kami ditakjubkan dengan lahan yang luasnya berhektar –
hektar, tempat berdirinya pabrik tersebut. Disaat kami sampai di sana, terlihat
para karyawan yang sedang beristirahat.
Setelah
turun dari bus kami menuju tempat divisi Garment. Kami berkeliling melihat
proses pembuatan baju dan juga seragam. Di dalam divisi Garment ini dibuat pula
seragam militer. Pabrik tekstil ini sudah menyuplai seragam militer kepada
lebih dari 30 negara seperti Jerman, Austria, Norwegia dan tentunya Indonesia.
Seragam militer yang dibuat PT Sritex berspesifikasi anti air, anti infra
merah, anti serangga dan anti radiasi nuklir. Selain itu PT sritex juga sudah
ditunjuk sebagai mitra resmi di luar Eropa untuk memproduksi seragam militer
untuk NATO. Selain seragam militer, PT Sritex juga memproduksi coverall, jaket
tahan api, tenda dan lain sebagainya. PT Sritex juga mempunyai divisi selain
divisi Garment yaitu divisi Tekstil yang terdiri dari pemintalan, penenunan,
dan pewarnaan.
Di
perjalanan kami sempat berhenti sejenak untuk mengambil nasi box. Kami makan
bersama – sama di bus dengan menu sop, ayam dan
tempe untuk sekedar mengganjal perut kami yang keroncongan. Perjalanan
pun terus berlanjut.
Pertama
kami mengunjungi ruang pameran 1. Di ruang pameran 1 bertemakan “Kekayaan
Sangiran”. Di ruangan ini kami bisa melihat proses evolusi manusia dan binatang.
Hal ini digambarkan dalam peta. Selain itu kami juga melihat fosil – fosil dari
manusia dan hewan purbakala. Yaitu seperti tengkorak manusia, gading gajah,
kepala kerbau, kura – kura, harimau, kerang serta kuda sungai.
Kemudian
kami melanjutkan ke ruang pamer 3 yang bertemakan “ Masa Keemasan Homo Erectus
500.000 juta tahun lalu “. Di sini disajikan situasi di masa keemasan di zaman
Homo Erectus. Selain itu, terdapat pula sejarah mengenai Homo Floresiensis yang
ditemukan di Liang Bua. Di ruang pameran yang terakhir ini kami juga melihat
manekin Homo Floresiensis yang memiliki tubuh pendek. Setelah selasai
mengunjungi 3 ruang pameran yang ada di museum bersejarah ini, kami keluar dan
menyempatkan diri untuk berfoto sebagai kenang – kenangan.
Kemudian
kami melanjutkan kegiatan dengan shalat berjama’ah di mushola. Setelah sholat
dan berganti baju kami beranjak dari Museum Purbakala Sangiran pada pukul 16.00
WIB. Bus berjalan melanjutkan perjalanan ke Pasar Grosir Solo (PGS). Berhubung
ketika tiba di PGS waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB dan PGS sudah tutup,
akhirnya kami beralih tujuan menuju Solo Square. Solo Square merupakan salah
satu mall yang ada di Solo. Di sana kami dapat berbelanja. Harga yang
ditawarkan di sini tidak seperti pasar dan juga tidak boleh ditawar. Jadi harus
pintar – pintar dalam memprioritaskan barang yang akan di beli. Waktu sudah
menunjukkan pukul 19.00 WIB. Artinya kami harus segera bergegas untuk menuju
tempat selanjutnya yaitu rumah makan Taman Sari. Di rumah makan Taman Sari kami
mengisi perut yang kosong sejak tadi siang. Setelah rasa lapar dan pegal hilang
kami melanjutkan perjalanan menuju kota tercinta kami yaitu Magelang. Kami tiba
di Magelang pada pukul 23.15 WIB.





