Sabtu, 31 Oktober 2015

Teks Anekdot



KPK
Oleh : Fitri Lafifa
Di sebuah negara ( yang pasti bukan negara kita ) terdapat sebuah lembaga yang menangani kasus – kasus korupsi yaitu KPK ( Komisi Perlindungan Koruptor ). Pada suatu hari terdengar isu adanya korupsi yang dilakukan oleh seorang DPR ( Dewan Penguras Rupiah) .
            Setelah terdengar isu tersebut oleh KPK, mereka mulai melakukan penyelidikan pada seorang anggota DPR dengan mendatangi rumahnya yang berada di Kali Ciliwung.
“ Assalamu’alaikum Pak,“ salam salah satu anggota KPK
“ Wa’alaikum salam, ada apa Pak??? “ jawab si pemilik rumah.
“ Begini pak, saya mendengar isu bahwa anda telah mengkorupsi uang rakyat sejumlah 1.000.000 triliun, apakah benar hal tersebut? “ tanya ketua KPK
“Itu tidak benar saya hanya mengambil 50 perak dari masing-masing rakyat. Apa buktinya jika saya mengambil 1.000.000 triliun dari rakyat???” nada bicara sang DPR semakin mengeras
“Buktinya berdasarkan isu yang saya dengar dan saya menemukan sebuah mobil bermerk angkot yang diduga hasil korupsi dari anda, pokoknya anda harus ikut kami ke kantor KPK nanti masalah ini diselesaikan di kantor nanti,”
Si anggota DPR hanya pasrah dan mengikuti si ketua KPK.

            Seminggu setelah kejadian tersebut diadakan sidang untuk mengadili si anggota DPR tersebut. Dengan dihadiri oleh sejumlah anggota KPK dan oleh rakyat jelata. Dalam sidang tersebut hakim memutuskan untuk menghukum sang anggota DPR dengan hukuman 2 bulan dengan denda 1000  perak. Rakyat pun tidak terima dan memprotes sang hakim, namun sang hakim tak menghiraukan dan mengakhiri sidang.
            Sebulan sudah sang anggota DPR menjalani hukuman. Dan KPK akan mengadakan banding terhadap putusan hakim yang hanya memberikan hukuman 2 bulan dengan denda 1000 perak. Banding yang diajukan oleh KPK berisi hukuman 5 tahun dengan denda 0 perak serta fasilitas hotel dan tiap bulan berlibur ke Bali. Banding tersebut diterima oleh sang hakim dan DPR pun bersorak riang mendengar keputusan hakim.

2 komentar:

  1. Ya terima kasih. Untuk penulisan dialog, sisanya (bagian yang tidak selesai) ditulis tidak menjorok ke dalam.

    BalasHapus
  2. Iya, terimakasih masukannya Pak

    BalasHapus